Lau Mentar Canyon


Salah satu perjalanan yang tak terlupakan, dimana saya bertemu dengan sahabat-sahabat baru para pecinta alam, yg akhirnya hingga sekarang masih bertemu dan bersama mereka, saya semakin sering berpetualang. Ya, trip Lau Mentar Canyon bukan sekedar trip biasa. 

Kali ini saya akan menulis cerita tentang perjalanan yang aku lakukan ke Lau Mentar Canyon. Menurutku, Lau Mentar Canyon adalah tempat awal dari semua petualangan saya dimulai. Tempat dimana saya pertama mengenal kawan-kawan sesama travelerku sekarang. Dan tempat ini sangat bersejarah bagi diriku pribadi. Lokasi Lau Mentar Canyon ada di Desa Rumah Liang, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Saya harus berterima kasih kepada mahasiswa saya yang mengajak saya pergi ke tempat ini. Perjalanan ini berawal dari ajakan mahasiswa saya, namanya Erwin. Dia masih di tingkat I saat itu. Mahasiswa saya yang satu ini memang termasuk mahasiswa hits di kampus yang memiliki hobi ngetrip dan fotografi. Dan saya pun mengiyakan ajakannya saat dia mengajak saya ke tempat itu, karena saat itu saya benar-benar sedang merasa bosan di Medan, tempat perantauanku sekarang.

Perjalanan ini diadakan oleh salah satu komunitas traveler Sumatera Utara, Jelajah Sumut. Saya benar-benar nekat saat ke sana. Saya tidak tahu medan yang akan saya hadapi selama perjalanan. Tapi karena saya benar-benar ingin jalan-jalan, saya jalani saja apapun resikonya nanti. Sampai-sampai saya pinjam ransel, sepatu gunung dan helm milik Kak Vierto, sahabat sekaligus kakak saya di sini. Dan ternyata medan yang saya tempuh benar-benar berat untuk ukuran traveler amatir seperti saya. Apalagi hari itu hujan turun. Tapi kami tetap berangkat ke tempat tujuan kami. 

Suasana perjalanan menuju Lau Mentar Canyon di tengah hujan.

Perjalanan dari Medan bisa mencapai 4-5 jam, lebih cepat kalau tanah sedang kering. Kami berangkat dari titik kumpul yang berada di daerah Titi Kuning, Medan. Pemimpin perjalanan saat itu adalah Bang Yovi. Saya masih ingat di tengah jalan, tepatnya di salah satu mini market daerah Delitua. Di sana saya berkenalan dengan seseorang yang membuat cerita ini tak berhenti sampai di sini. Namanya Bang Mugi. Saat itu aku tak sengaja menghampiri tempat duduk yang ada di sampingnya. Dia pun mengajak saya berkenalan. Saat itu dia mengenalkan tiga teman yang dibawanya yaitu Hotnida, Delima dan Satria. Katanya, mereka berempat memang satu tim yang suka jalan-jalan. Selain mereka berempat, di sini saya bertemu dengan Bang Langit, Bang Khairil, Bang Husein dan Bang Umam. 

Singkat cerita, di tengah hujan kami menyusuri jalan. Sesekali kami berteduh untuk menunggu kawan-kawan lain. Awalnya jalan yang kami lewati bagus, karena beraspal, namun semakin ke dalam jalan yang kami lalui sangat jelek, berlumpur dan berbatu-batu. Selain itu, karena di daerah pegunungan, jalanan pun naik turun. Karena hujan, jalan berlumpur itu pun semakin licin untuk dilewati. Berkali-kali aku terpaksa turun dari boncengan motor, agar Erwin bisa lebih mudah melawati jalanan yang berat itu. Aku salut juga dengannya karena anak semuda itu bisa melewati medan yang berat itu. Dan akhirnya kami sampai di tempat parkiran motor.

Trek menuju lokasi utama

Melewati sungai menuju tempat wisata canyon Lau Mentar

Tapi tempat yang kami tuju masih jauh dari parkiran motor itu. Treknya pun luar biasa menantang. Yup, aku harus tracking dulu buat ke sana. Kami harus naik turun melewati jalur untuk ke tujuan kami. Tidak hanya itu, kami harus melewati aliran sungai yang berbatu-batu dan saya sendiri nyaris tergelincir melewatinya. Tapi entah mengapa senang merasa senang dengan trek yang seperti itu. Saya tidak takut ataupun khawatir karena banyak orang yang menolong saya di situ. Yup, traveler itu jiwa sosialnya tinggi. Mereka orang yang setia kawan meskipun tidak mengenal ataupun baru mengenal orang yang melakukan perjalanan. Akhirnya dengan tekad yang kuat kami semua berhasil melewati tujuan kita. Ada tiga spot yang menarik yaitu canyon, gua, dan air terjun.


Tujuan wisata utama kami adalah canyon Lau Mentar. Pemandangan Canyon Lau Mentar ini benar-benar indah, hingga rasanya rasa lelah kami di perjalanan terbayar dengan melihat indahnya pemandangan canyon tersebut. Apalagi canyon ini dikelilingi oleh pepohonan hijau pegunungan dan di bawahnya mengalir air sungai yang jika tidak musim hujan berwarna bening kehijauan. Sayang pada waktu kami ke sana kami tidak melihat air yang bening, karena hujan membuat air sungai agak keruh. 



Pemandangan Canyon Lau Mentar


Selain itu, kita juga bisa mengunjungi Gua Lau Mentar. Panjang gua ini tidak begitu panjang, namun tetap saja di dalam gua sangat gelap. Di sana kita bisa melihat pemandangan stalaktit dan stalagmit yang ada di sepanjang gua Lau Mentar. 

Pemandangan Gua Lau Mentar

Dan satu lagi pemandangan alam yang bisa kita nikmati di sana yaitu air terjun. Air terjun di sana tidak begitu tinggi tapi kita bisa mandi-mandi di sekitar air terjun tersebut karena tidak begitu dalam. Dan tentu saja air terjun itu akan selalu menjadi pemandangan yang menarik.

Karena semua orang terjun ke sungai, saya pun terbawa suasana hingga ikut berbasah-basahan di sana. Sayangnya karena hujan, airnya tidak jernih. Tapi saya bahagia karena saya bisa melewati semuanya dan mencapai tujuan. Pemandangan alam yg indah seperti hadiah dari kemauan keras kami. Seperti kata-kata yang pernah saya tulis, “Our jouney to find this spot was not easy. The track is quite so hard. But, we felt happy when we reach our goal. This beautiful view was like the gift of our strong will.” Well, mungkin cukup sekian cerita saya tentang Lau Mentar Canyon.


Air Terjun Lau Mentar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Santai Manis di Pantai Romantis

Trip Berastagi