Labuhan Batu Marketing Trip
Kalau biasanya saya bercerita trip wisata, kali ini saya
akan bercerita tentang trip yang lain yaitu trip marketing. Yup, tujuan utama
dalam trip ini bukanlah untuk mengunjungi tempat wisata melainkan untuk
mengunjungi sekolah-sekolah SMA dalam rangka promosi kampus. Alhamdulillah saya
senang diberi kesempatan untuk melakukan tugas trip marketing ini. Walaupun
sebenarnya ini adalah tugas, tapi karena hobi saya traveling jadi saya merasa
ini juga kesempatan untuk menjelajahi kota-kota lain di Sumatera Utara ini. Ini
adalah marketing trip yang pertama, di tahun pertama saya bertugas di kota
Medan ini sekitar 2,5 tahun yang lalu.
Tujuan trip marketing ini adalah daerah Labuhan Batu.
Menurut informasi yang saya tahu, dulu Labuhan batu merupakan salah satu
Kabupaten terbesar di Sumatera Utara. Tapi saat ini, tepatnya sejak tahun 2008,
daerah ini mengalami pemekaran menjadi 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Labuhan
Batu Induk, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) dan Kabupaten Labuhan Batu
Selatan (Labusel). Dan target marketing kami adalah menjelajahi SMA/SMK atau
sederajat di seluruh ketiga daerah tersebut.
Gambar 1. Bersama Tim Marketing mahasiswa D-III Analis Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia
Lokasi Labuhan Batu cukup jauh dari Medan, untuk mencapai
lokasi tersebut butuh waktu sekitar 7-8 jam, melewati beberapa Kabupaten dan
Kota yaitu Deli Serdang (Tanjung Morawa dan Lubuk Pakam), Serdang Bedagai,
Tebing Tinggi, Kisaran, dan Tanjung Balai. Sepanjang perjalanan, saya saat itu
baru menyadari bahwa tanah Sumatera Utara itu penuh dengan perkebunan kelapa
sawit dan karet karena sebagian besar pemandangan yang kami lihat adalah dua
kebun itu. Sebenarnya, lokasi pertama yang kami capai adalah daerah Labuhan
Batu Utara alias Labura yang beribukota di Aek Kanopan. Tetapi rencana kami
Labura menjadi lokasi terakhir nanti ketika akan kembali ke Medan. Lokasi
pertama yang kami kunjungi adalah Labuhan Batu induk yang beribukota di Rantau
Prapat dan kami menginap di sana pada malam pertama.
Besok paginya kami memulai aksi kami untuk mempromosikan
kampus kami di SMA-SMK atau sederajat yang ada Rantau Prapat. Sebagai ibukota
Kabupaten, banyak sekali sekolah-sekolah yang bisa kami kunjungi di sini baik
sekolah negeri maupun swasta karena memang di sinilah pusat pendidikan di
Kabupaten Labuhan Batu. Karena sekolah umumnya pulang pukul 2 siang, maka kami
pun mengakhiri kegiatan kami jam 2 siang. Tidak semua sekolah yang kami
kunjungi mau mengizinkan kami promosi ke kelas-kelas. Walaupun begitu, hal
tersebut tidak menyurutkan semangat kami. Karena menurut kami ini adalah
pengalaman perjalanan yang berharga. Selain melatih mahasiswa-mahasiswa kami
berani tampil di depan umum, kami juga jadi mengenal daerah ini lewat
perjalanan yang kami lalui.
Gambar 2. Promosi kampus di dalam ruang kelas siswa kelas 3 SMA di Labuhan Batu
Gambar 3. Foto bersama para guru di SMA Labuhan Batu
Setelah selesai bertugas di daerah Rantau Prapat dan
sekitarnya, kami menuju ke daerah Labuhan Bilik. Labuhan Bilik itu masih
termasuk daerah Labuhan Batu Induk, tapi lokasinya dari Rantau Prapat sangat
jauh dan jalannya pun bisa dikatakan masih rusak karena masih berbatu-batu.
Untuk menuju Labuhan Bilik, setelah melalui perjalanan darat selama kurang lebih
2-3 jam, kami harus menyeberang laut ke sana agar lebih dekat dan cepat sampai.
Lokasi Labuhan Bilik memang dekat dengan laut, tepatnya Selat Malaka yang
membatasi Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Di sana kami disambut oleh
keluarga mahasiswa kami yang tinggal di sana. Kami pun diberikan hidangan khas
di derah itu yaitu udang jumbo. Ya, di sana banyak sekali udang jumbo dan
rasanya pun mantap dan enak di makan. Kami pun bersyukur bertemu mahasiswa kami
di sana karen mereka pun dengan senang hati memberikan tempat untuk
beristirahat. Besok paginya, kami pun melaksanakan tugas kembali dengan
mengunjungi SMA-SMA di sekitar Labuhan Bilik. Setelah menyelesaikan tugas kami,
kami sempatkan waktu mengunjungi pelabuhan yang ada di sana yaitu Pelabuhan Sei
Berombang. Walaupun pelabuhannya kecil, tapi pemandangannya cukup menarik. Dari
pelabuhan itu, kita bisa melihat sebuah pulau kecil di tengah laut yang bernama
Pulau Sikantan.
Gambar 4. Di kapal feri saat akan menyeberang ke Labuhan Bilik
Gambar 5. Salah satu pemukiman tempat menginap dengan desain rumah kuno zaman Belanda di Labuhan Bilik.
Gambar 6. Pelabuhan Sei Berombang dengan pemandangan latar belakang Pulau Sikantan.
Setelah dari Labuhan Bilik, kami pun melanjutkan
perjalanan kami menuju arah Labuhan Batu Selatan. Di sepanjang jalan, kami juga
sambil menelusuri calon-calon SMA yang akan kami kunjungi esok harinya lagi.
Singkat cerita esok paginya kami pun menelusuri SMA di Labuhan Batu Selatan dan
terakhir sambil perjalan pulang ke Medan, kami pun menuju Labuhan Batu Utara.
Itulah sekilas momen-momen yang tak terlupakan selama trip ke Labuhan Batu.
Saya sangat berterima kasih kepada kampus tempat saya bekerja yang memberikan
saya kesempatan untuk menjelajahi Labuhan Batu. Karena semua lelah itu terbayar
dengan perjalanan yang penuh makna dan kebahagiaan.
Komentar
Posting Komentar