Petualangan SALAM di Pamah Simelir

Kita bisa karena kita bersama

Setiap perjalanan punya tantangannya masing-masing. Apalagi saat kita berpetualang ke tempat yang belum pernah kita jalani. Kadang kita harus tersesat sebelum akhirnya kita sampai ke tujuan sebenarnya. Dan perjalanan ini adalah salah satu perjalanan yang berkesan dimana dalam perjalanan ini kami sempat tersesat jauh hingga akhirnya kami menemukan tempat yang kami cari.

Kali ini saya traveling bersama teman-teman komunitas saya, SALAM Adventure. Rencana perjalanan kami pada trip ini sebenarnya camping di Rumah Pohon Habitat yang berlokasi di Dusun Pamah Simelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kami berangkat malam hari dari Medan. Perjalanan ke tempat tujuan kami sebenarnya hanya memerlukan waktu sekitar 3 jam. Namun, semua rencana kami berubah hingga sampai ke lokasi.

Tujuan utama trip ini, Rumah Pohon Habitat

Semua orang yang mengikuti trip hari ini memang belum pernah ke lokasi wisata Rumah Pohon Habitat sebelumnya. Hanya saja kami sudah mencari informasi ke teman-teman kami yang sudah pernah ke sana. Saat perjalanan pun kami juga bertanya pada penduduk setempat. Tapi mungkin malam itu kami sedang malang, sehingga malam itu kami salah jalan. Mending kalau jalan itu bagus, jalan sesat yang kami lewati itu benar-benar susah dilewati, belum diaspal, becek, berlumpur karena sering hujan, sebagian berbatu-batu, menanjak dan berkelok-kelok. Suasana malam di sana pun sangat gelap, tak ada lampu, dikelilingi hutan dan juga ada beberapa di tepi jurang. Cukup horor juga malam itu dan kami tersesat dari tengah malam hingga dini hari selama dua jam. Sepeda motor kami pun sulit untuk melewatinya hingga yang membonceng harus turun jalan kaki selama perjalanan. Bahkan sampai ada yang terjatuh dari kendaraan karena sulitnya medan yang kami tempuh. Untung saja kami akhirnya tersadar bahwa jalan yang kami tempuh itu salah karena kami tak kunjung menemukan tujuan yang kami cari setelah dua jam menempuh jalan tersebut. Kami pun berbalik arah kembali hingga kami menemukan pondok di dekat lokasi jalan sesat tersebut dan beristirahat di sana malam itu.


Kondisi jalan saat tersesat

Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari warga setempat, ternyata jalan sesat yang kami lewati semalam adalah jalan tembus menuju daerah Kabanjahe, Kabupaten Karo yang masih dalam tahap pembangunan. Jalan ini sebenarnya menjadi jalan atau jalur evakuasi tatkala letusan Gunung Sinabung terjadi. Namun, tidak dapat dipungkiri jalan ini tentunya juga akan menjadi jalur bisnis antara Karo, Binjai, Langkat dan Medan. Jalur ini juga dapat menghemat waktu sekitar setengah sampai satu jam perjalanan ke Danau Toba bagi warga Kota Binjai, Langkat dan Lintas Timur Aceh. Hal ini sangat sejalan dengan program pemerintah pusat dalam pengembangan kawasan Danau Toba.
Pemandangan dari Pondok Penatapan Lembah Simelir

Pondok tempat kami istirahat juga termasuk lokasi wisata penatapan lembah Simelir atau “Simelir Valley View”. Saat pagi menjelang, kami disuguhi pemandangan indah suasana pegunungan di Pamah Simelir. Dusun Pamah Simelir memang berada di jajaran Pegunungan Bukit Barisan dan lokasinya juga berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Sehingga selain menikmati kesejukan udara di sana, kita bisa menikmati pemandangan barisan bukit, sawah, dan hutan yang hijau.

 Penatapan Lambah Pamah Simelir


Kawan-kawan petualang SALAM

Setelah cukup beristirahat di pondok Penatapan Lembah Simelir, kami pun langsung mencari lagi tempat tujuan kami. Karena hari sudah terang, kami pun tidak takut tersesat lagi. Ternyata lokasi Rumah Pohon Habitat tidak begitu jauh dari lokasi tempat kami beristirahat. Dan medan yang kami lalui pun tidak seberat jalan sesat semalam, walaupun belum seluruhnya di aspal, kira-kira 15 menit kami melewati jalanan yang berbatu-batu dan menanjak hingga sampai ke lokasi tersebut. Tapi sepanjang jalan, kita bisa melihat pemandangan alam yang indah, ada sawah-sawah, kebun, kolam ikan, dan pemandangan lainnya.

Memang tidak ada petunjuk jalan menuju lokasi di sepanjang jalan menuju rumah pohon ini. Jadi lebih baik kita bertanya pada warga setempat agar tidak tersesat. Kalau dari Medan menuju ke sini, kita lewat melalui Kota Binjai, kemudian di simpang Binjai Super Mall belok ke kiri kemudian ke arah Namu Ukur dan kita akan melewati Desa Rumah Galuh atau yang dikenal dengan tempat wisata Pelaruga, dan lurus terus hingga sampai ke Desa Telagah. Satu petunjuk yang menuju tempat ini adalah ketika kita menemukan sebuah gereja GBKP, nanti setelah itu kita menemukan jalan kecil sebelah kanan dan itulah akses jalan menuju ke Rumah Pohon. Kemudian kita ikuti saja jalan beraspal, nanti kita akan menemukan suatu bangunan SD Negeri Pamah Simelir, dan tidak jauh dari situ kita akan menemukan jalan kecil sebelah kanan yang sudah tidak beraspal, dan kita belok ke sana. Akses jalan tersebut tidak begitu bagus, masih berbatu-batu dan bertanah. Walaupun begitu masih bisa dilewati mobil. Kita pun mengikuti jalan tersebut sampai menemukan spanduk bertuliskan "Rumah Pohon Habitat". Sampai di situ ternyata kita harus naik lagi agak jauh, baru menemukan tempat parkir dan turun di  situ. Biaya retribusi masuk ke sana Rp 20.000,- /sepeda motor.

 Rumah Pohon Habitat

Rumah Pohon Habitat merupakan salah satu tempat wisata baru yang sedang hits dan banyak dikunjungi wisatawan lokal. Dengan latar pemandangan pegunungan yang indah, tempat ini merupakan salah satu tempat banyak dikunjungi para pecinta fotografi alam dan selfie. Seperti namanya, bangunan utama dari tempat ini adalah rumah kayu yang didesain seperti rumah pohon. Selain rumah pohon, tempat ini juga menyediakan fasilitas jungle track, air terjun, rumah astronomi, camping ground, penginapan, kafe dan tempat ibadah.

Pemandangan Pegunungan dari Rumah Pohon Habitat


Bersantai sambil menikmati pemandangan di Rumah Pohon

Kami senang akhirnya perjalanan yang cukup berat ini tidak sia-sia karena kami berhasil mencapai tujuan kami. Meskipun tidak semuanya sesuai rencana, namun bagi kami perjalanan ini sangat berkesan. Seperti di tengah kesulitan saat tersesat itu, kami bersatu saling membantu satu sama lain. Selain pengalaman, kami pun mendapat banyak pelajaran dari perjalanan ini. Kami belajar untuk tidak mudah menyerah, belajar untuk saling menghargai, tidak egois dan memecahkan masalah bersama-sama. Pastinya hal itu sangat penting agar persaudaraan dan persahabatan dalam komunitas kami tetap kuat. Karena kita bisa karena kita bersama.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lau Mentar Canyon

Santai Manis di Pantai Romantis

Trip Berastagi