Sunday Vacation trip to Kampoeng Durian (Part 1)
Wah, sudah lama sekali saya ga nulis di blog ini. Well, sebenarnya banyak perjalanan yang belum sempat diceritakan di sini. Alasan pastinya karena males nulis blog. Hehehe...
Tiba-tiba aja hari ini pengen nulis blog lagi. Mungkin ini termotivasi juga setelah baca buku "Atomic Habbit", kemudian malam ini saya habis dapat kabar kalau buku saya udah mau launching lagi. Kayaknya nanti saya akan cerita tentang buku saya juga di sini. Walaupun tujuan awal blog ini cuma pengen cerita tentang semua trip wisata yang pernah saya jalani, tapi sepertinya menarik juga kalau saya cerita mengenai perjalanan karir dosen saya. Kan sama-sama cerita perjalanan intinya. Hehehe...
Ok, cukup untuk basa basinya. Sekarang saya mau mulai cerita mengenai perjalanan saya ke Kampoeng Durian, salah satu wisata menarik di Bengkulu. Lho kok udah di Bengkulu aja? Hehehe... Yup2, sekarang saya sudah pindah ke Bengkulu. Udah dari 3,5 tahun yang lalu malah. Pokoknya kalau diceritain panjang. Bisa beberapa artikel nanti.
Perjalanan ini berawal dari percakapan suami istri di malam minggu, tepatnya saya dan suami saya. Malam minggu itu entah kenapa saya merasa lelah dan pengen manja sama suami jadi minta ditemenin suami besok biar ga kemana-mana. Hehehe...
Terus suami saya pun menuruti keinginan saya. Tapi tiba-tiba suami saya nyeletuk "Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan aja, sayang" Kata suami saya tercinta. Saya pun dengan semangatnya menjawab. "Setuju banget, sayang".
"Kamu pengennya jalan-jalan kemana, yang?" Tanya suami saya.
"Hmmm... enaknya kemana ya? Mau ke pantai?" Saranku
"Bagaiman kalau ke pantai yang pernah kita kunjungi sama tetangga kita dulu itu. Apa namanya ya itu. Yang lokasinya di Pekik Nyaring ke sana lagi itu lho, ma. Yang ada waterboomnya."
"Ohya, mama ngerti. Itu Wahana Surya namanya, Pa. Boleh aja, pa." Jawabku.
"Eh, tapi enaknya ke tempat yang belum kita datangi ga sih? Papa kemarin denger, tetangga kita, Mas Wahyu, habis ke Kampoeng Durian yang lokasinya di Taba Penanjung. Katanya itu tempat wisata baru."
"Ohya, pa. Mama juga baru ingat kemarin ada temen mama yang sempat cerita tempat itu di kampus. Hayuk kalau mau kita ke sana aja yuk, pa?"
"Oke, Mama..."
"Horeee... asyik papa mau ngajakin kita jalan-jalan." Seruku yang lagi sambil mengasuh kedua anakku.
Jadi tahu kan kenapa saya senang sekali diajakin jalan-jalan. Memang salah satu hal yang bisa menyenangkan istri itu adalah diajak jalan-jalan sama suaminya. Apalagi istrinya kaya saya yang memang dari dulu demen banget ngetrip. Hehehe...
Singkat cerita keesokan harinya kami sekeluarga pun melakukan perjalanan ke Kampoeng Durian. Bayangan saya sebelum sampai lokasi adalah di sana akan banyak pohon durian yang bisa dipanen dan nantinya kami bisa makan durian sepuasnya di sana.
Lokasi Kampoeng Durian cukup jauh dari tempat tinggal kami. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan dari rumah kami di Kota Bengkulu. Untuk yang belum pernah ke sana, patokan lokasinya itu sesudah pintu keluar tol Bengkulu - Taba Penanjung. Sekitar 5 menitan, perhatikan di sebelah kiri jalan, nanti ada plang di depan gang jalan yang mengarahkan ke lokasi Kampung Durian, belok kiri. Setelah itu lurus saja, lalu nanti ada lagi plang di sebelah kanan jalan, lalu belok kanan. Sepanjang jalan menuju Kampoeng Durian itu kita akan melihat hutan dan kebun sawit. Tapi sebelum ke lokasi nanti kita akan menemukan sebuah dusun lagi (saya kurang tahu nama dusunnya apa), sesampainya kita di dusun itu, perhatikan di sisi kiri jalan sampai menemukan plang Kampoeng Durian lagi. Kemarin kami sempat kelewatan, untungnya kami langsung tanya penduduk asli di sana jadi tidak terlalu jauh melewatinya. Ohya, saran saya jangan terlalu percaya google maps, karena bisa kesasar nanti soalnya kurang sesuai rutenya. Mungkin karena lokasinya masih tergolong baru juga.
Setelah belok kiri di plang terakhir tadi, kita akan berada di jalanan yang kualitasnya masih buruk, alias belum diaspal dan banyak bebatuan. Untungnya jaraknya ga terlalu jauh dari lokasi wisatanya. Di sebelah kanan kiri jalan bisa kita lihat banyak pohon durian menuju lokasi wisata utama. Mungkin ini alasan namanya Kampoeng Durian.
Sesampainya di lokasi wisata, saya langsung terkesima dengan desain villa yang berada tepat setelah pintu masuk. Soalnya desain villanya bagus banget, tipenya 1 kamar, 1 rumah. Dan desainnya kaya rumah2 suku tradisional tapi bernuansa modern. Cocok buat honeymoon atau staycation keluarga. Jadi pengen nanti staycation di sana. Ohya, untuk biaya masuk itu tergantung tujuan kita ke sana. Jadi di Kampoeng Durian itu menyediakan fasilitas villa, glamping, dan kolam renang. Untuk lebih jelasnya bisa intip aja di IG @kampoeng_durian.
Bayangan saya awalnya bakal bisa makan durian sepuasnya di sana, tapi ternyata belum musimnya, jadi ga bisa deh makan durian. Kalau kata salah satu pengunjung di sana, waktu musim durian di sana memang banyak yang jual durian. Tapi karena sudah tidak musimnya lagi jadi tidak ada. Ya sudahlah, mungkin nanti kita bisa coba ke sana lagi waktu musim durian. Hehehe...
Untuk menuju ke tempat kolam renang, dari tempat parkir, kita harus jalan melalui tangga yang lumayan cukup melelahkan kalau biasa rebahan aja. Tapi sesampainya di sana, ga nyesel deh. Soalnya pemandangannya bagus. Di lokasi kolam renang itu sendiri disediakan pondok-pondok yang disewakan perjamnya untuk tempat menaruh barang2 kita. Jumlah kolam renangnya ada beberapa macam kedalaman juga, jadi kita bisa pilih kolam sesuai kedalaman yang kita inginkan. Selain mandi di kolam renang, disediakan juga lokasi untuk mandi di sungai yang lokasinya masih di dekat sekitar kolam renang itu.
Untuk yang hobi camping, di Kampoeng durian juga menyediakan fasilitas glamping. Lokasi camp yang ada di pinggir sungai dengan pemandangan alam yang indah bisa menjadikan suasana yang asyik dan berbeda dari biasanya. Untuk tenda dan fasilitas tidur sudah disediakan dari sana, jadi kita ga perlu repot-repot lagi bawa sendiri.
Itu aja sih yang bisa saya ceritakan mengenai pengalaman dan review wisata keluarga di Kampoeng Durian ini. Pengennya sih pas anniversary nanti saya bisa balik lagi buat staycation bareng keluarga. Semoga dilancarkan rencananya. Amiiin...
Komentar
Posting Komentar