Negeri Suah, Trip Perdana SALAM


Di postinganku sebelumnya, saya telah menceritakan bagaimana komunitas SALAM terbentuk. Yang belum baca bisa cek ke postingan saya tentang Sejarah Berdirinya SALAM (klik di sini). Setelah kami resmi membentuk komunitas baru tersebut, kami pun mulai merencanakan perjalanan yang akan kami lakukan bersama-sama. Dan untuk trip perdana, setelah kami bermusyawarah memilih tempat yang ingin dikunjungi, akhirnya kami memilih Negeri Suah sebagai lokasi trip perdana kami. Saya sendiri ikut pada saat trip perdana kami tersebut.

Walaupun baru kenal, kami merasa sudah dekat satu sama lain seperti keluarga. Kami sepakat bahwa trip yang kami lakukan akan selalu diadakan setiap akhir pekan, karena memang sebagian besar dari kami bekerja ataupun kuliah di hari biasa. Dan trip ke Negeri Suah pun kami laksanakan pada hari Minggu, 18 Desember 2016. Ada 10 anggota yang ikut dalam trip itu. Selain aku, ada Bembeng, Langit, Nida, Delima, Mugi, Wika, Khairil, Satria, dan Sudi. Kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor. Saat berangkat ke Negeri Suah, aku dibonceng oleh Bang Langit, sedangkan pulangnya saya dibonceng oleh Bang Mugi.

Negeri Suah merupakah sebuah desa yang berlokasi di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk mencapai ke desa tersebut dari Medan membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan rute Pancur batu - Sembahe - Bandar Baru Sibolangit. Sekitar 1 Km dari bumi Perkemahan sibolangit, kita akan melewati simpangan tiga bandar baru, jika belok kekanan, kita akan menuju Berastagi. maka kita harus mengambil jalur kekiri. Setelah itu tinggal lurus saja mengikuti jalan utama di perkampungan yang dilewati. Saat itu, tujuan pertama kami adalah Sungai Dua Rasa. Perjalanan ke sana tidak mudah, kami melewati jalan menanjak, berkelok dan juga ada yang berbatu-batu karena belum diaspal. Namun, di sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan alam pegunungan yang begitu indah di sana. Salah satu tanda kita mencapai Desa Negeri Suah adalah saat kita menemukan satu lokasi sawah terasering di sana. Pemandangan sawah tersebut bisa disebut icon-nya Negeri Suah. Kami pun berhenti untuk berfoto di sana.
Pemandangan sawah di Negeri Suah

Setelah itu, ketika kita hampir sampai Sungai Dua Rasa, kami menemukan air terjun bertingkat di tepi jalan. Kami pun berhenti lagi untuk beristirahat dan mengabadikan momen di sana karena pemandangan air terjun tersebut juga tidak kalah indah. Setelah puas beristirahat dan foto-foto di sana, kami pun meneruskan perjalanan hingga ke sebuah pemukiman penduduk di Desa Negeri Suah dan memparkir kendaraan di jambur yang ada di sana. Ya, pada umumnya para pendatang yang berwisata ke sana memparkir kendaraan di situ. Penduduk yang tinggal di sana sedikit dan sebagian besar adalah suku Batak Karo. Dari pemukiman tersebut, kami pun berjalan kaki menuju Air Sungai Dua Rasa.

Air terjun bertingkat di tepi jalan Negeri Suah

Air Sungai Dua Rasa merupakan sungai yang sangat unik. Seperti namanya, air sungai ini memiliki dua rasa yaitu rasa panas dan rasa dingin. Dan kedua macam air tersebut bisa kita rasakan dalam satu aliran sungai. Kok bisa? Unik kan? Ya, hal itu bisa terjadi karena di dekat air sungai itu ada semacam mata air panas seperti kawah kecil. Suhunya sangat panas hingga kita bisa melihat air yang mendidih dan uap air yang mengepul dari situ. Sedangkan air dingin berasal dari aliran sungai pegunungan. Di pertemuan kedua jenis air itu, kita bisa merasakan air hangat juga dan bisa mandi-mandi di sana. Air sungai dua rasa dalam keadaan normal sangat jernih dan terlihat berwarna biru karena mengandung sulfur juga. Selain air sungai yang unik, pemandangan di sekeliling sungai dua rasa juga indah. Di sana juga ada pepohonan unik yang mirip akar nafas dengan akar yang menyembul ke atas.
Kawah air panas di Sungai Dua Rasa

Pemandangan sekitar Sungai Dua Rasa

Pepohonan di sekitar Sungai Dua Rasa

Setelah kami menikmati wisata di Air Sungai Dua Rasa, kami pun kembali ke pemukiman penduduk tadi. Dari penduduk lokal yang ada di situ, kami mendapat informasi bahwa di dekat tempat kami parkir ada air terjun yang dikenal dengan nama Air Terjun Sampuren Suah. Kami pun di ajak menuju air terjun tersebut. Air terjun tersebut cukup tinggi, mungkin sekitar 30 meter. Kami pun turun hingga ke bawah untuk merasakan tetesan air terjun tersebut dan pasti mengabadikan momen kami.

Air Terjun Sampuren Suah

Perjalanan kami tidak berhenti sampai di situ, karena setelah itu kami menuju tempat wisata lain di dekat Negeri Suah yaitu Air Terjun Sampuren Putih. Lokasi air terjun ini di desa tetangga Negeri Suah, yaitu Desa Negeri Gugung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Air terjun sampuren putih ini merupakan air terjun kecil, namun di sana airnya bening kehijauan sehingga banyak para pendatang mandi di sana. Airnya juga tidak begitu dalam sehingga cukup aman, tapi tetap hati-hati juga karena alirannya cukup deras.

Air Terjun Sampuren Putih

Setelah kami puas mandi-mandi di Air Terjun Sampuren Putih, kami belum juga berhenti. Kami menuju lokasi penatapan Berastagi, Kabupaten Karo dan di sana, kami berhenti dan mengunjungi satu destinasi terakhir dalam rangkaian petualangan kami hari itu yaitu Air Terjun Sikulikap. Air Terjun Sikulikap berada di bawah Penatapan tersebut. Air Terjun ini tidak kalah indah dan menarik dari air terjun lain yang ada di Sumatera Utara. Air Terjun Sikulikap terletak di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pintu masuk ke lokasi air terjun ini berada di dekat gerbang/gapura perbatasan Deli Serdang dengan Kabupaten Karo. Jarak menuju Air Terjun dari pintu masuk sekitar 1 Km. Kami harus berjalan kaki menelusuri hutan dan menuruni anak-anak tangga untuk sampai ke Air Terjun Sikulikap.

Air Terjun 

Bagi SALAM sendiri, trip itu sangat bermakna. Di sana terlihat kekompakan dan kesolidan kami sebagai komunitas baru. Setelah perjalanan itu pun kami memiliki keyakinan yang kuat untuk menjaga kebersamaan kami. Meskipun pada kenyataannya, ada juga beberapa personel yang menyerah dan memutuskan keluar dari komunitas ini. Tapi pastinya kenangan pertama itu tak akan terlupakan.


Kenangan Trip Perdana SALAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip Berastagi

Lau Mentar Canyon

Sunday Vacation trip to Kampoeng Durian (Part 1)